"JALAN KITA"
disuatu kampus yang lumayan megah terlihat sekali banyak siswa yang sedang sibuk mempersiapkan pelajaran pertamanya. Diantara siswa" itu terlihat gadis cantik dengan kemeja dan celana jeans yg agak ketat sedang berlari terburu". Hingga tanpa disadari dia menabarak seorang lelaki tampan yang bertubuh ideal. "Maap saya nggak sengaja, saya rina mahasiswi baru jurusan musik" ujar rina "iya gapapa saya juga salah, oh ya saya sanbe jurusan musik juga" jawabnya sembari tersenyum dan membuat rina jatuh hati..setelah menyelesaikan permasalahan tadi rina kembari berlari dan tersenyum mengingat wajah tampannya sanbe.. hingga tanpa disadari rambutnya pun terurai "aish.. sial, kamana lagi jatuhnya " sembari mencari kucir rambutnya. Dilihatnya seorang lelaki tinggi gagah sedang memainkan kucir rambur yg sama persis seperti punyanya. Dia laluu berlari dan merebut kucirr itu dari tangan lelaki tersebut. "Aish, apaan?? " tanya lelaki itu "ini punyaku" jawab rina singkat sambil melangkah meninggalkan lelaki itu. Lelaki itu hanya tersenyum sambil melihat rina dari kejauhan. Tiba" kaki rina terasa aneh dia menginjak sesuatu, dia lantas melihat kebawah dengan wajah yg kaget rina melihat kucirnya sedang di ijaknya. Rina lantas lari dan memberikan kucir yang diambilnya dari lelaki tinggi itu. "Maap salah sangka" ujar rina sambil menutupi wajahnya.
Bel masuk pun berbunyi dengan senang hati rina mengikuti pelajaran pertamanya tentang cara memainkan instrusument yg baik. Sebelum memberi pelajaran guru membuat sesi perkenalan terlebih dahulu. Satu persatu telah memperkenalkan diri masing" termasuk rina dan sanbe. Hingga tiba dipojok bangku deretan belakang terdengar seorang sedang memperkenalkan diri. "Perkenalkan saya stefano. Bisa dipanggil nono." Rina merasa aneh dgn suara itu sepertinya dia pernah mendengarnya.dia lantas menoleh dan benar saja itu adalah lelaki kucir rambut tadi. Rina memasang wajah kaget dan nono hanya tersenyum manis dan mengedipkan mata sipitnya..
Bel pulangpun berbunyi, semua siswa sangat menikmati hari ini. Begitupun rina, dia sangat menikmati pelajarannya hanya saja ada satu hal yang mengganggunya. iyap betul, dia adalah nono. Rina berjalan dengan cepat sembari menutupi wajahnya dengan buku. "seemoga saaja si kucir setepan itu udah pulang duluan, kalo nggak kan malu gua" ujar rina dalam hati. Baru saja pikiran buruknya itu hilang rina justru dikejutkan dengan sosok lelaki yang memanggilnya dai kejauhan. " hay cewek tomboy, tunggu donk." pekik nono. Ternyata pekikan nono tidak merubah niat rina yang ingin menjauhi nono. Rina berlari dengan sikap cerobohnya yang tidak melihat jalan dan justru melihat nono dibelakang, dah alhasil rina menabrak seseorang. " wadohh, maap yah" ucaap rina . "ah kamu mah kebiasaan" jawab lelaki itu. Rina lantas terkejut dan memastikan suara itu dengan menoleh kedepan, dan benar saja itu adalah suara sanbe. lelaki yang membuatnya jatuh hati dari pertama berjumpa. "hehe iya nih" pipi rina memerah. "hay sayang" terdengar suara merdu dari belakang rina. rina lantas menoleh, dan ternyata itu adalah nona wanita cantik sekelasnya yang tadi pagi baru mengenalkan diri. dia datang mendekat dan langsung menggandeng sanbe " eh rina,, mau pulang?? mau bareng apaa nggak??" tanyanya " makasih non tadi aku udah bawaa sepedah sendiri" jawabnya " aku pulang dulu yah rin" kata nona. rina hanya mampu tertunduk lesu menyaksikan mereka berlalu. " hahaha , kasian banget neng idup lo" terdengar suara dari belakang rina yang tak lain adalah suara nono " apaan lo, dasar stepan! week!!! ngapa nggak sekalian lo ganti kejang aja nama norak lo itu" ejek rina sambil meninggalkan nono,. Akhirnya nonopun mengejar rina dan bejalan tepat dibelakangnya. " lo tau gak kalo sanbe sama nona tuh bentar lagi mau tunangan?" jelas nono " lo kok bisa?? mereka kan masih kecil??" " biasalah karena bisnis,, tapi dulunya emang meeka sih pernah pacaran waktu kals 2 SMA tapi cuma bentar, katanya sih sanbe ngggak suka nona.." jelas nono . Rina hanya terdiam . Tibalah sudah rina diparkiran sepedah. " aku mau pulang dulu cirr, nggak usah kamu ikutin " ujar rina " ngapain gua ngikutin cewek tomboy yng gak menarik kaya lo" ejeknya..
Mentari tesenyum dengan kilauan masnya. bunga-bunga menyapa ramah dengan ragam warnanya. terlihat rina sedang mengucir rambut lurusnya didepan cermin. " ah andaikata aku kaya dan cantik pasti aku bisa mendapatkan sanbe." ujar rina. "tittt...tittt..." suara bising klakson mengagetkan lamunan rina " neng ada yang nunggu tuh' pekik ibu kos dari luar kamar. rian segera keluar " siapa bu yang nunggu?" tanya rina.. " nggak tau katanya temen kuliah kamu" "ohh iya makasih ya bu" ujar rina sembari melihat sosok yg menunggunya.. Ternyata itu adalah Nona yang sudah menungguku didepan gerbang kos. "ada apa non" tanya rrina. " aku mohon sama kamu jangan deket" sanbe ya, aku takut dia akan tertarik sama kamu." jelasnya. aku hanya mengangguk. Rina kembali masuk dan mengambil tasnya lantas pergi ke kampus. dalam perjalanan kekampus rina bertemu deng mobil jazz merah " heehh cewek tomboy, ayo balapan" ujar lelaki itu yang tak lain adalah nono "nyolot bener yah lo,, dasar kucir setepan.." jawab rina. Nono mengeluarkan tangan kanannya dari jendela mobil " dududu,, yakin kalo lo gak telat??" ujarnya " wadooh, mati gua" ujar rina yang baru menyadari bahwa jam tangan nono menunjukan waktu 07:50.
Didalam kelas terlihat dosen yang sudah mengajar " Rina asmara,,!!!" panggil guru." orangnya mana ini?? bukankah ini waktunya tampil" teriak guru." mungkin sedang dikamar kecil pak." bela sanbe. jebrett..!!! suara pintu terbuka. "maap pak saya telat" jelas rina " baru hari kedua kok sudah telat" jawab guru. terlihat dipojok bangku deretan belakang nono tertawa kecil dan menjurkan lidahnya "weekkk". rina memelototkan matanya kearah nono yang sontak membuat sang guru bertanya " hey,, apa yang kau lakukan. cepat tampilkan senimu" bentak guru yang juga diikuti dengan tawa nono." he,, iya pak" jawab rina sembari mengeluarkan gitarnya.rina memetik gitar dan mulai bernyanyi " kupetik gitar nyanyikan lagu perlahan usap hatimu terucap janji mu untukku tenggelammu ditembangku, tulikanlah kedua telingamu butakanlah kedua bola matamu agar tak kau lihat dan kau dengar kedengkian yang mungkin benar." rina menyanyi dengan sangat bagus sampai lagu itu usai.samua mahasiswa bertepuk tangan dengan meriah... " wahh,, amazing" teriak salah satu mahasiswa. Rina kembali mengemasi gitarnya dan dan melangkah ketempat duduknya. jam demi jam berlalu kini usailah sudah kuliah hari ini. terlihat rina sedang keluar dari kelas " heyy rina" teriak seseorang yang tak lain adalah sanbe. " ehh ada apa,??" jawabnya "kamu tadi nyanyinya bagus banget."puji sanbe. " wah makasih." jawab rina sembari tersenyum. Rina berbincang-bincang dengan sanbe hingga didepan kampus. " aiissshh, aku tadi udah ngomong mau jauhin sanbe" batin rina. "pulang bareng yuk"ajak sanbe " enggak ah, aku udah ditunggu tuh" jawab rina. Rina lantas berlari masuk menuju ke sebuah mobil. " heh cewek tomboy,, ngapain ??" tanya supir mobil itu " maap mas , numpang duduk sebentar!" jawab rina yang masih fokus dengan sanbe di depan kampus. setelah sanbe beranjak pergi, rina lantas mengheela nafas lega " makasih mas," ujar rina sembari menundukan wajahnya. tetapi saat wajah itu diangkat ternya itu adalah nono ' wadooh, ngapain lo ?? dasar kucir setepan" hardik rina " lo goblok apa bego! inikan mobil gua " jawab nono. "iya yah,, gu pergi dulu deh" jawab rina. tetapi ketika rina hendak beranjak nono justru menancap gas mobinya. " heyy bodoh,, mau kemana lo, dasar cabul" ejek rina. "apa?? cabul??" tanya nono. mereka tiba disebuah jembatan.dan disaat mobil berhenti, rina justru menangis dan curhat " hidupku malang sekali, tiap hari selalu datang terlambat, makan mie terus, bahkan sanbe orang kusuka adalah calon suami wanita lain, aku juga harus bertemu lelaki gila yang setepan" curhatan rina " apa??" nono lantas berdiri " sudahlah, tak usah ambilkan tisu, aku kan wanita yang kuat" ujar rina sembari menangis "apa??" tanya nono heran.nono lantas membuka pintu mobilnya " keluar!!keluar!!" teriak nono " apa??" tanya rina. " kau ini , dasar wanita gila!! sudah numpang mobil, sekarang malah nangis di mobilku, dasar nggak tahu diri!!" jelas nono. " apa?? " tanya rina. nono lantas menarik rina keluar dan kembali kemobil , dan berjalan meninggalkan rina yang masih tenganga... " kurang ajar.. aku harus jalan ??" aissshh sial" celoteh rina. Rina Lantas menstop taksi yang ad disekitarnya dan kembali ke kosnya.
Pagi ini cuaca kurang mendukung. Rina sengaja berangkat lebih pagi karena sepedahnya tertinggal dikampus kemarin. Tapi saat Rina sedang asyik berjalan menikmati indahnya kota di pagi hari, tiba-tiba hujan datang. Rina lantas berlari dan berteduh di emper kafe "aiishhh sialan,, ramalan cuaca nggak bener ini katanya tadi cuma 50% kemungkinan hujan". Gerutu Rina. "titt...tittt...." bunyi klakson Nono. " Hey cewek gila, mau ikut apa kagak?". tanya Nono. Rina lantas berlari dengan bahagianya karena dia memdapat tumpangan bebas hujan. Tapi saat Rina mulai mendekati mobil Nono, Nono justru menancap gasnya yang sontak membuat Rina marah. Tak lama setelah Nono berlalu, datanglah seorang lelaki tampan yang begitu cool memberikan payungnya kepada Rina " ini gunakan saja.". Ujar lelaki itu. " tapi kamu??" belum sempat Rina bertanya, lelaki itu pergi dengan menggunakan jaketnya sebagai pelindung hujan. Rina yang keheranan lantas memakai payung itu dan beranjak kekampus. Setelah tiba dikampus, Rina tidak dapat menemukan lelaki tadi. Dan menyimpan payung tadi di lokernya. " baik anak-anak, selamat pagi.!!" sapa pak guru. " Pagi Pak." "Hari ini saya akan membuat kesatuan, Saya akan membentuk 1 kelompok yang terdiri dari 2 siswa untuk mengarasement satu lagu. dimana yang satu menjadi vokal dan yang lain menjadi player. Kalian akan dilatih kakak kelas kalian." ujar pak guru. Tapi alangkah terkejutnya rina saat pengumuman mengatakan kalau dia satu kelompok dengan Nono. " Pak,, ini tak adil." teriak rina. Pak guru justru menjawab kalau Rina tidak setuju dia lebih baik tidak mengikuti pelajarannya selamanya. Rina terpaksa mengiyakankeinginan pak guru. Hari ini adalah latihan pertama semua kelompok berkumpul menjadi satu dan Seniorpun memasuki ruangan tapi alangkah terkejutnya Rina saat dia mengetahui bhwa seniornya adalah lalaki payung tadi. " hey, Payung." teriak Rina. " Cukup panggil aku senior" jelas lelaki itu. " Lantas siapa namamu?" tanya rina " Baik perkenalkan saya Adit." jelas Adit " Lah,, Nggak penting juga" sahut Nono. rina lantas mencubit Nono dan membuat Nono kesakitan.
Hari terus berganti. Hari ini Rina datang sedikit terlambat. "jebreet" pintu terbuka " apa aku sangat terlambat?" tanyanya. " adit sekarang lagi izin, dia nggak bisa datang. neneknya meninggal." jelas Nono. Rina lantas hendak berlari untuk kerumah adit. Tapi, ketika Rina hendak berlari Nono justru menarik tangannya sembari berkata " Jangan pergi aku mencintaimu." "haah??" Rina begitu kaget........
Bersambung.....
besok saya posting lagi. Jangan bosen yah..!!!!
Mentari tesenyum dengan kilauan masnya. bunga-bunga menyapa ramah dengan ragam warnanya. terlihat rina sedang mengucir rambut lurusnya didepan cermin. " ah andaikata aku kaya dan cantik pasti aku bisa mendapatkan sanbe." ujar rina. "tittt...tittt..." suara bising klakson mengagetkan lamunan rina " neng ada yang nunggu tuh' pekik ibu kos dari luar kamar. rian segera keluar " siapa bu yang nunggu?" tanya rina.. " nggak tau katanya temen kuliah kamu" "ohh iya makasih ya bu" ujar rina sembari melihat sosok yg menunggunya.. Ternyata itu adalah Nona yang sudah menungguku didepan gerbang kos. "ada apa non" tanya rrina. " aku mohon sama kamu jangan deket" sanbe ya, aku takut dia akan tertarik sama kamu." jelasnya. aku hanya mengangguk. Rina kembali masuk dan mengambil tasnya lantas pergi ke kampus. dalam perjalanan kekampus rina bertemu deng mobil jazz merah " heehh cewek tomboy, ayo balapan" ujar lelaki itu yang tak lain adalah nono "nyolot bener yah lo,, dasar kucir setepan.." jawab rina. Nono mengeluarkan tangan kanannya dari jendela mobil " dududu,, yakin kalo lo gak telat??" ujarnya " wadooh, mati gua" ujar rina yang baru menyadari bahwa jam tangan nono menunjukan waktu 07:50.
Didalam kelas terlihat dosen yang sudah mengajar " Rina asmara,,!!!" panggil guru." orangnya mana ini?? bukankah ini waktunya tampil" teriak guru." mungkin sedang dikamar kecil pak." bela sanbe. jebrett..!!! suara pintu terbuka. "maap pak saya telat" jelas rina " baru hari kedua kok sudah telat" jawab guru. terlihat dipojok bangku deretan belakang nono tertawa kecil dan menjurkan lidahnya "weekkk". rina memelototkan matanya kearah nono yang sontak membuat sang guru bertanya " hey,, apa yang kau lakukan. cepat tampilkan senimu" bentak guru yang juga diikuti dengan tawa nono." he,, iya pak" jawab rina sembari mengeluarkan gitarnya.rina memetik gitar dan mulai bernyanyi " kupetik gitar nyanyikan lagu perlahan usap hatimu terucap janji mu untukku tenggelammu ditembangku, tulikanlah kedua telingamu butakanlah kedua bola matamu agar tak kau lihat dan kau dengar kedengkian yang mungkin benar." rina menyanyi dengan sangat bagus sampai lagu itu usai.samua mahasiswa bertepuk tangan dengan meriah... " wahh,, amazing" teriak salah satu mahasiswa. Rina kembali mengemasi gitarnya dan dan melangkah ketempat duduknya. jam demi jam berlalu kini usailah sudah kuliah hari ini. terlihat rina sedang keluar dari kelas " heyy rina" teriak seseorang yang tak lain adalah sanbe. " ehh ada apa,??" jawabnya "kamu tadi nyanyinya bagus banget."puji sanbe. " wah makasih." jawab rina sembari tersenyum. Rina berbincang-bincang dengan sanbe hingga didepan kampus. " aiissshh, aku tadi udah ngomong mau jauhin sanbe" batin rina. "pulang bareng yuk"ajak sanbe " enggak ah, aku udah ditunggu tuh" jawab rina. Rina lantas berlari masuk menuju ke sebuah mobil. " heh cewek tomboy,, ngapain ??" tanya supir mobil itu " maap mas , numpang duduk sebentar!" jawab rina yang masih fokus dengan sanbe di depan kampus. setelah sanbe beranjak pergi, rina lantas mengheela nafas lega " makasih mas," ujar rina sembari menundukan wajahnya. tetapi saat wajah itu diangkat ternya itu adalah nono ' wadooh, ngapain lo ?? dasar kucir setepan" hardik rina " lo goblok apa bego! inikan mobil gua " jawab nono. "iya yah,, gu pergi dulu deh" jawab rina. tetapi ketika rina hendak beranjak nono justru menancap gas mobinya. " heyy bodoh,, mau kemana lo, dasar cabul" ejek rina. "apa?? cabul??" tanya nono. mereka tiba disebuah jembatan.dan disaat mobil berhenti, rina justru menangis dan curhat " hidupku malang sekali, tiap hari selalu datang terlambat, makan mie terus, bahkan sanbe orang kusuka adalah calon suami wanita lain, aku juga harus bertemu lelaki gila yang setepan" curhatan rina " apa??" nono lantas berdiri " sudahlah, tak usah ambilkan tisu, aku kan wanita yang kuat" ujar rina sembari menangis "apa??" tanya nono heran.nono lantas membuka pintu mobilnya " keluar!!keluar!!" teriak nono " apa??" tanya rina. " kau ini , dasar wanita gila!! sudah numpang mobil, sekarang malah nangis di mobilku, dasar nggak tahu diri!!" jelas nono. " apa?? " tanya rina. nono lantas menarik rina keluar dan kembali kemobil , dan berjalan meninggalkan rina yang masih tenganga... " kurang ajar.. aku harus jalan ??" aissshh sial" celoteh rina. Rina Lantas menstop taksi yang ad disekitarnya dan kembali ke kosnya.
Pagi ini cuaca kurang mendukung. Rina sengaja berangkat lebih pagi karena sepedahnya tertinggal dikampus kemarin. Tapi saat Rina sedang asyik berjalan menikmati indahnya kota di pagi hari, tiba-tiba hujan datang. Rina lantas berlari dan berteduh di emper kafe "aiishhh sialan,, ramalan cuaca nggak bener ini katanya tadi cuma 50% kemungkinan hujan". Gerutu Rina. "titt...tittt...." bunyi klakson Nono. " Hey cewek gila, mau ikut apa kagak?". tanya Nono. Rina lantas berlari dengan bahagianya karena dia memdapat tumpangan bebas hujan. Tapi saat Rina mulai mendekati mobil Nono, Nono justru menancap gasnya yang sontak membuat Rina marah. Tak lama setelah Nono berlalu, datanglah seorang lelaki tampan yang begitu cool memberikan payungnya kepada Rina " ini gunakan saja.". Ujar lelaki itu. " tapi kamu??" belum sempat Rina bertanya, lelaki itu pergi dengan menggunakan jaketnya sebagai pelindung hujan. Rina yang keheranan lantas memakai payung itu dan beranjak kekampus. Setelah tiba dikampus, Rina tidak dapat menemukan lelaki tadi. Dan menyimpan payung tadi di lokernya. " baik anak-anak, selamat pagi.!!" sapa pak guru. " Pagi Pak." "Hari ini saya akan membuat kesatuan, Saya akan membentuk 1 kelompok yang terdiri dari 2 siswa untuk mengarasement satu lagu. dimana yang satu menjadi vokal dan yang lain menjadi player. Kalian akan dilatih kakak kelas kalian." ujar pak guru. Tapi alangkah terkejutnya rina saat pengumuman mengatakan kalau dia satu kelompok dengan Nono. " Pak,, ini tak adil." teriak rina. Pak guru justru menjawab kalau Rina tidak setuju dia lebih baik tidak mengikuti pelajarannya selamanya. Rina terpaksa mengiyakankeinginan pak guru. Hari ini adalah latihan pertama semua kelompok berkumpul menjadi satu dan Seniorpun memasuki ruangan tapi alangkah terkejutnya Rina saat dia mengetahui bhwa seniornya adalah lalaki payung tadi. " hey, Payung." teriak Rina. " Cukup panggil aku senior" jelas lelaki itu. " Lantas siapa namamu?" tanya rina " Baik perkenalkan saya Adit." jelas Adit " Lah,, Nggak penting juga" sahut Nono. rina lantas mencubit Nono dan membuat Nono kesakitan.
Hari terus berganti. Hari ini Rina datang sedikit terlambat. "jebreet" pintu terbuka " apa aku sangat terlambat?" tanyanya. " adit sekarang lagi izin, dia nggak bisa datang. neneknya meninggal." jelas Nono. Rina lantas hendak berlari untuk kerumah adit. Tapi, ketika Rina hendak berlari Nono justru menarik tangannya sembari berkata " Jangan pergi aku mencintaimu." "haah??" Rina begitu kaget........
Bersambung.....
besok saya posting lagi. Jangan bosen yah..!!!!
Masukkan komentar Anda...kembngkan bkatmu.ndoll
BalasHapusiya maksih...
BalasHapushmmmn., lumayan,
BalasHapuscuma sekedar saran saja, penulisannya mungkin bisa di standart-kan, banyak-bahkan hampir semua penamaan karakter memakai huruf kecil di awal, mungkin bisa distandart-kan menurut kaidah penulisan yang baku. terimakasih ,
BalasHapussalam blogger.
iya terima kasih sarannya
BalasHapus