Seketika itu rina lantas berhenti. " Aku mencintaimu." ucap nono lagi. " kau gila??" jawab rina. " apa?? Kau ini sebenarnya perempuan atau laki-laki?? setiap wanita akan tergila-gila padaku saat aku mengucapkan kata itu!" jelas nono. "apakah itu bakatmu?" tanya rina " tentu" ucap Nono santai. Rina lantas mendekatkan wajahnya ke wajah Nono." Aku mencintaimu.. maukah kau tetap bersamaku" ucap Rina. Nono hanya terdiam sembari memasang ekspresi gugup."Wah kau terlihat gugup.. Apa kau benar-benar menyukaiku?? hahaha" Ledek Rina. " Tentu saja tidak. dasar cewek tomboy" Nono menggerutu sembari meninggalkan Rina. Sesampainya diluar ruangan nono marah-marah tidak jelas. " Dasar cewek sialan. berani-beraninya mempermainkanku..! Tapi kenapa hatiku berdebar? aissh Mungkin itu hanya kebetulan." elak Nono
Hari terus berganti, hati Nono semakin dipenuhi perasaan yang tak biasa terhadap Rina. Hari ini Nono tampak bingung didalam toko, dia seperti sedang memilih-milih perhiasan. Rencananya ia akan membelikan kalung untuk Rina dan akan diberikan setelah pertunjukan selesai. Nono memasuki ruangan, begitupun mahasiswa lainnya. Tak lama setelah itu, guru yang memeritah mereka mengarasement lagupun datang " Selamat pagi anak-anak?" "pagi pak!!" . Satu persatu siswa telah menunjukan kreasinya dan kini tiba giliran Rina dan Nono. " nggak usah gugup, santai saja. Fighting" ujar Adit kepada Rina.. " Kau mau maju apa nggak? nggak usah kebanyakan basa basi" Ujar Nono sedikit cemburu. Nono mulai memainkan gitarnya. " hadirnya dirimu berikan suasana baru. kau mampu tenangkan aku, disaat risau dalam hatiku, bla bla bla" Lagu terus dinyanyikan Rina hingga usai dan mendapat banyak pujian dari teman-temannya. Disudut belakang tampak adit sedang tersenyum manis. Pertujukan telah usai dan kini siswa sudah boleh pulang. Didepan kampus tampak lelaki sedang bediri yang tak lain adalah sanbe " kau begitu hebatt " teriak sanbe dari kejauhan."ooww makasih" jawab rina "maukah kau makan denganku" tawar sanbe. " nggak bisa. lain kali aja." jawab Rina dan Sanbepun mengerti. Beberapa menit setelah sanbe berlalu rina baru mengingat sesuatu " wa dduuh.. lampiran musikku ketinggalan di kelas lagi" ujar rina sembari berlari menuju kelas. Saat Rina tiba didepan kelas terdengar suatu pembicaraan yang serius, yang tak lain adaalah pembicaraan adit dan nono. " kalau kamu nggak suka, nggak usah deketin dia!! apalagi sampek mau ngasih kalung" ujar adit " kalung inikan bukan berarti suka. Cuma sekedar hadiah. ngapain coba aku suka sama cewek yang jelek, tomboy, miskin dan kasar" jawab Nono yang tanpa disadarinya didengar Rina. Rina lantas membuka pintunya " Heyy lelaki gila!! jangan deket-deket aku lagi. dasar sombong." sahut Rina sembari berlari pergi. Aditpun berlari mengejar Rina " Heyy Rina tungguin." Rinapun langsung berhenti. " Ntar malem aku tunggu di Joy Cafe ya.." ujar adit " emang ada apa bang?" tanya Rina. "Yeh gak papa cuma mau nraktir kamu aja" jawab Adit. Akhirnya merekapun sepakat untuk makan di Joy kafe.
Malam pun datang. Rina tampak sedang berdandan dedepan cermin. Ia terlihat begitu cantik mengenakan kemeja kotak-kotak dan rok selutut serta rambut lurus yang terurai. " tttiiittt.... titttt....." terdengar suara klakson. Seperti biasa ibu kos memberi tahu bahwa ada yang ssedang menunggunya. " Anehh!! katanya ditunggu dikafe tapi kok malah dijemput"batin Rina. Tapi alangkah terkejutnya Rina saat dia melihat mobil Nono sedang berada didepan gerbang dan menunggunya. " Neng ayooo makan sebentar!!" ujar Nono " males" jawab Rina dengan nada singkatnya karena masih merasa marah dengan kata-kata pedas Nono siang tadi." Udahlah ayok" ajak nono sembari mendorong Rina masuk kemobil. Akhirnya Rinapun pergi kesebuah lestoran bersama Nono. Rina lantas mengirim SMS ke Adit " maaf kak nggak bisa dateng lagi ada urusan." Adit yang sedari tadi menungu Rina dikafepun pergi menuju Kosan Rina. Adit Menunggu Rina Tepat di teras Kos. Ditempat lain tampak Rina dan Nono sedang menikmati makan malamnya dan bercanda bersama. Setelah usai makan malam Nonopun mengantarkan Rina menuju kosnya." Selamat malam" ujar nono " lebay lu" jawab rina. rina lantas turun dari mobil Nono dengan wajah yang gembira. dari kejauhan terlihat Adit sedang mengamati mereka. " Loo kak Adit.. Kok bisa ada disini" tanya rina kaget saat dia tiba didepan teras. " kamu sih ingkar janji. makanya aku datang kesini" jawabnya sembari tersenyum. Nono yang hendak memutar moobilnyapun mengurungkan niatnya karena dia baru teringat bahwa kalung yang hendak diberikan kepada Rina masih dikantongnya. Nono lantar keluar dari mobil dan membawa kalung menuju kedalam kos dengan niatan akan diberikan kepada Rina. Tapi langkah Nono tiba-tiba terhenti ketika ia melihat Adit sedang jongkok dihadapan Rina dengan sepatu didepanya. " Gunakanlah sepatu ini ketika kau siap untuk bersamaku. daatang dan kenakanlah sepatu ini jika kau siap menerimaku. Tapi jika kau tidak ingin melakukan itu maka buanglah sepatu ini saaat ini juga" ujar adit. Rina tampak bingung dan Nonopun lantas berbalik dan meninggalkan adit dan Rina yang tidak menyadari kehadirannya.
Bersambung....