Selasa, 12 Januari 2016

jalan kita part II

    Seketika itu rina lantas berhenti. " Aku mencintaimu." ucap nono lagi. " kau gila??" jawab rina. " apa?? Kau ini sebenarnya perempuan atau laki-laki?? setiap wanita akan tergila-gila padaku saat aku mengucapkan kata itu!" jelas nono. "apakah itu bakatmu?" tanya rina " tentu" ucap Nono santai. Rina lantas mendekatkan wajahnya ke wajah Nono." Aku mencintaimu.. maukah kau tetap bersamaku" ucap Rina. Nono hanya terdiam sembari memasang ekspresi gugup."Wah kau terlihat gugup.. Apa kau benar-benar menyukaiku?? hahaha" Ledek Rina. " Tentu saja tidak. dasar cewek tomboy" Nono menggerutu sembari meninggalkan Rina. Sesampainya diluar ruangan nono marah-marah tidak jelas. " Dasar cewek sialan. berani-beraninya mempermainkanku..! Tapi kenapa hatiku berdebar? aissh Mungkin itu hanya kebetulan." elak Nono 
     Hari terus berganti, hati Nono semakin dipenuhi perasaan yang tak biasa terhadap Rina. Hari ini Nono tampak bingung didalam toko, dia seperti sedang memilih-milih perhiasan. Rencananya ia akan membelikan kalung untuk Rina dan akan diberikan setelah pertunjukan selesai. Nono memasuki ruangan, begitupun mahasiswa lainnya. Tak lama setelah itu, guru yang memeritah mereka mengarasement lagupun datang " Selamat pagi anak-anak?" "pagi pak!!" . Satu persatu siswa telah menunjukan kreasinya dan kini tiba giliran Rina dan Nono. " nggak usah gugup, santai saja. Fighting" ujar Adit kepada Rina.. " Kau mau maju apa nggak? nggak usah kebanyakan basa basi" Ujar Nono sedikit cemburu. Nono mulai memainkan gitarnya. " hadirnya dirimu berikan suasana baru. kau mampu tenangkan aku, disaat risau dalam hatiku, bla bla bla" Lagu terus dinyanyikan Rina hingga usai dan mendapat banyak pujian dari teman-temannya. Disudut belakang tampak adit sedang tersenyum manis. Pertujukan telah usai dan kini siswa sudah boleh pulang. Didepan kampus tampak lelaki sedang bediri yang tak lain adalah sanbe " kau begitu hebatt " teriak sanbe dari kejauhan."ooww makasih" jawab rina "maukah kau makan denganku" tawar sanbe. " nggak bisa. lain kali aja." jawab Rina dan Sanbepun mengerti. Beberapa menit setelah sanbe berlalu rina baru mengingat sesuatu " wa dduuh.. lampiran musikku ketinggalan di kelas lagi" ujar rina sembari berlari menuju kelas. Saat Rina tiba didepan kelas terdengar suatu pembicaraan yang serius, yang tak lain adaalah pembicaraan adit dan nono. " kalau kamu nggak suka, nggak usah deketin dia!! apalagi sampek mau ngasih kalung" ujar adit " kalung inikan bukan berarti suka. Cuma sekedar hadiah. ngapain coba aku suka sama cewek yang jelek, tomboy, miskin dan kasar" jawab Nono yang tanpa disadarinya didengar Rina. Rina lantas membuka pintunya " Heyy lelaki gila!! jangan deket-deket aku lagi. dasar sombong." sahut Rina sembari berlari pergi. Aditpun berlari mengejar Rina " Heyy Rina tungguin." Rinapun langsung berhenti. " Ntar malem aku tunggu di Joy Cafe ya.." ujar adit " emang ada apa bang?" tanya Rina. "Yeh gak papa cuma mau nraktir kamu aja" jawab Adit. Akhirnya merekapun sepakat untuk makan di Joy kafe.
     Malam pun datang. Rina tampak sedang berdandan dedepan cermin. Ia terlihat begitu cantik mengenakan kemeja kotak-kotak dan rok selutut serta rambut lurus yang terurai. " tttiiittt.... titttt....."  terdengar suara klakson. Seperti biasa ibu kos memberi tahu bahwa ada yang ssedang menunggunya. " Anehh!! katanya ditunggu dikafe tapi kok malah dijemput"batin Rina. Tapi alangkah terkejutnya  Rina saat dia melihat mobil Nono sedang berada didepan gerbang dan menunggunya. " Neng ayooo makan sebentar!!" ujar Nono " males" jawab Rina dengan nada singkatnya karena masih merasa marah dengan kata-kata pedas Nono siang tadi." Udahlah ayok" ajak nono sembari mendorong Rina masuk kemobil. Akhirnya Rinapun pergi kesebuah lestoran bersama Nono.  Rina lantas mengirim SMS ke Adit " maaf kak nggak bisa dateng lagi ada urusan." Adit yang sedari tadi menungu Rina dikafepun pergi menuju Kosan Rina. Adit Menunggu Rina Tepat di teras Kos. Ditempat lain tampak Rina dan Nono sedang menikmati makan malamnya dan bercanda bersama. Setelah usai makan malam Nonopun mengantarkan Rina menuju kosnya." Selamat malam" ujar nono " lebay lu" jawab rina. rina lantas turun dari mobil Nono dengan wajah yang gembira. dari kejauhan terlihat Adit sedang mengamati mereka. " Loo kak Adit.. Kok bisa ada disini" tanya rina kaget saat dia tiba didepan teras. " kamu sih ingkar janji. makanya aku datang kesini" jawabnya sembari tersenyum. Nono yang hendak memutar moobilnyapun mengurungkan niatnya karena dia baru teringat bahwa kalung yang hendak diberikan kepada Rina masih dikantongnya. Nono lantar keluar dari mobil dan membawa kalung menuju kedalam kos dengan niatan akan diberikan kepada Rina.  Tapi langkah Nono tiba-tiba terhenti ketika ia melihat Adit sedang jongkok dihadapan Rina dengan sepatu didepanya. " Gunakanlah sepatu ini ketika kau siap untuk bersamaku. daatang dan kenakanlah sepatu ini jika kau siap menerimaku. Tapi jika kau tidak ingin melakukan itu maka buanglah sepatu ini saaat ini juga" ujar adit. Rina tampak bingung dan Nonopun lantas berbalik dan meninggalkan adit dan Rina yang tidak menyadari kehadirannya.

Bersambung....

Kamis, 31 Desember 2015

Negeri Pemimpi


     Aku berjalan menyusuri jembatan, di tengah ramai-ramainya kota. Tampak anak kecil sedang mainkan tamborin didekat lampu merah, terdengar nyanyi merdu darinya.  Hatiku terasa mati melihat fenomena yang begitu dramatiss " Kukira hal seperti ini hanya ada di drama.." gumanku lirih. Aku terus berjalan hingga aku bertemu dengan perempuan setengahbaya didekat aliran sungai yang sedang mencuci baju. Ia tampak begitu bersematngat, sekali lagi hatiku terasa begitu iba. " Selamat pagi bu!" sapaku. " pagi neng, apa ada ya neng?" Tanyanya. "Ini bu saya punya tugas dari sekolah, disuruh membuat artikel tentang keadaan negara kita. Jadi, saya mau sedikit bertanya. Apa diperbolehkan??" tanyaku. "Oh tentu neng, tapi saya sambil mencuci yah neng." tegasnya. "iya bu. oh iya bu namanya ibu siapa." tanyaku. " Saya Tarmijah neng" jawabnya " oh iya bu pekerjaannya apa bu?". "saya bekerja sebagai pembantu rumaah tangga neng, maklum lah neng kebutuhan hidup semakin berat, kalo saya nggak kerja ya nggak makan. pokoknya yang penting halal lah neng walau hasilnya nggak seberapa." jelasnya. " Loh suami ibu dimana?" tambahku. " Suami saya dipenjara neng gara-gara nyolong ayamnya tetangga. yah mau gimana lagi neng nyari kerjaan ya nggak ada , mau hutang ya hutang kemarin saja belum dibayar, mau usaha ya nggak ada modal." jelasnya " La anak ibu dimana?" anak saya biasanya mangkal jualan koran didepan kafe, maklum neng gara-gara kondisi keuangan anak saya yang baru kelas 2 harus berhenti sekolah. Lumayanlah neng buat  tambah penghasilan"jawab bu tarmijah sembari mengucek bajunya.Aku terus bertanya-tanya kepada bu tarmijah hingga bu tarmijah selesai mencuci.
       Malam telah tiba, kulihat begitu banyak  gadis bermake up tebal sedang menghisap rokok dan mengenakan pakain sexy. " Ngapain mbak?" tanyaku sembari duduk disampingnya. " Nunggu tamu dek? adek sendiri ngapain. pekerja baru ya?" tanyanya yang embuatku kaget. " Nggak lah mbak, tadi kebetulan lewat saja. la emangnnya banyak ya mbak pekerja yang seusia saya" tanyaku. "Ya lumayan lah dek,karena masalah ekonomi. adek harusnya beruntung bisa mendapatkan hidup yang layak." Setelah 15 menit aku berbincang dengan mbak tadi. Munculah bapak-bapak dengan mengenakan jas dan mobil mewah.
    Pembaca yang setia mari kita rubah negara kita ini menjadi negara yang lebih baik, dengan bebekalkan pendidikan, serta ketakwaan dalam memegang teguh agama, jangan kita kotori negara kita ini dengan berbagai khasus seperti: kekerasan anak, kekerasan seksual, narkoba, bahkan korupsi. Sebagai genreasi bangsa kita wajib meneruskan perjuangan pahlawan-pahlawan kita dengan cara membuat hal-hal yang positif. Jangan jadikan negara kita ini  sebagai negeri yang kaya akan mimpi. Tetapi tidak ada kemajuan. Mari sobat.!!! bangkit dan wujudkan mimpi-mimpi kita untuk merubah indonesia menjadi lebih baik.. MERDEKA!!!!

Semoga bermanfaat, Happi new years.!!!

Senin, 28 Desember 2015

waktu yang merubahnya

     aku menatap cerah jalan putih pantai ini, hatiku begitu bahagia seakan melayang bersama ribuan burung camar yang sedang tebang. begitu bahagianya aku hingga aku berlaku bodoh, melompat-lompat tinggi dan berteriak-teriak. Tawaku seketika terhenti ketika aku mendengar tawa hingar dari sisi pantai ini. terlihat seorang pria sedang meng hampiriku, aku menatapnya dengan sejuta kebencian dimataku "apa aku terlihat begitu lucu?" tanyaku. " kau ini begitu bodoh.... kau itu memang terlihat begitu lucu...hahahahaha" jawabnya sembari tertawa terbahak-bahak. Aku lalu mengambil segegenggam pasir dan kulemparkan tepat diwajahnya. "apakah ini masih lucu." tanyaku sembari tetawa dan melangkah pergi " heee wanita gila!! berhenti kau.!" teriaknya maarah. aku berlari sambil sesekali menjulurkan lidahku padanya.
     Aku akan melewati hari yang melelahkan kali ini. Setelah usai  pelajaran aku harus les vokal disekolahan untuk mempersiapkan praktek seni budaya besok. akupun memasuki ruangan, terlihat banyak siswa telah berkumpul."heyyy rara?? sini!!!." panggil hana salah satu temanku. akupun segera duduk berdekatan dengan hana. " eh rin tau gak?? kalo hari ini pak budi digatikan sama guru baru soalnya pak budi sedang izin untuk beberapa kedepan.." cerita hana "terus siapa tuh na yang nggantiin pak budi?" "katanya sih mahasiswa jurusan vokal di kampus yang lumayan terkenal, namanya delta, 20th, katanya sih keren banget" jawabnya. benar saja apa yang dikatakan hana , baru saja dia berkata sepeti itu muncullah lelaki tinggi dan tampan. " kaya pernah lihat.!" batinku. lelaki itupun mengenalkan diri persis seperti apa yang dikatakan hana tadi . tak lama setelah perkenalan usai delta  mulai melihat siswa"nya. hingga tiba dia menatap sepasang wajah yang melemparnya pasir. delta segera menyuruhku berdiri dan memperkenalkan diri " perkenalkan saya arara, biasa dipanggil rara". dia dia tersenyum licik. sepanjang pelajaran dia terus saja mengerjaiku dengan menyuruhku mengulang lagu-laguku dengan alasan nada yang kurang tepat.
      Aku begitu muak padanya hingga tidak ada rasa ketertarikan dihatiku. Berhari-hari aku mengikuti kegiatan les itu dia tetap saja memojokanku. hingga suatu hari terjadi, dia memintaku untuk makan dengannya " bisa menemaniku makan??". "apa??" kagetku. " nanti malam bisa menemaniku makan?" ulangnya " lah emang ada kepentingan apa pak??" tanyaku "udah kamu dandan yg cantik aja" jelasnya. belum sempat aku bertanya lagi dia sudah meninggalkanku sembari berkata "nanti malam aku telpon" aku merasa heran " kapan dia punya nomerku?".
     Haripun berganti malam, pepohonan semakin kencang menari dan bulanpun muncul dengan sinar redupnya. " ngapain juga harus cantik-cantikan" ujarku sembari memakai dres pink yang panjangnya seelutut.Aku pergi dengan menggunakan sepatu hitam bertali putih yang biasanya aku kenakan disekolah, serta rambut yangku biarkan terurai dengan jepit kupu-kupu di sisi kanan poniku. Aku berjalan  kaki menuju kafe yang sedari tadi di janjikan . setelah sampai aku langsung terduduk dan berkata " ngapain si pak di suruh kesini " tanyaku penasaan " kamu punya nomornya hana gak?" jawabnya "ceealah pak kalo cuma minta nomornya hana kan sms bisa, ah lu mah orangnya berlebihan pak!". "udah nggak usah bawel buruan.. btw manggilnya delta aja lah" " ogah ah mau manggil padel aja" ejeku " apaaan, jeleek bener". 'emang lu udah jelek dari lahirnya lah.hahahahaha" jawabku. setelah satu jam lebih aku berbincang dengan delta, aku lalu kembali kekosanku. Aku merebahkan diri dikamarku yang kecil. Aku mulai terbayang sosok delta, " mungkinkah?? ah jangan bodoh rara". gumanku sendiri.
     Hari-hari terus berlalu, satu persatu cerita baru mulai muncul dikehidupanku. Aku dan deltapun semakin dekat hingga suatu kami sedang berada ditaman dia memegang tanganku " tak bisakah kau selalu memegang tanganku,? berada disampingku?  menjadi milikku?" ucap delta yang sungguh membuatku ternganga " maap" kata itulah yang hanya mampu kukatakan. Aku lantas berdiri dan berjalan meninggalkan delta. " kenapa??" aku berlari pergi meninggalkan delta yang masih ternganga. Setelah kejadian itu berlalu, aku tak pernah lagi menjawab telpon delta, sms, maupun pandangannya.Hingga suatu ketika aku mendapat sms darinya " tak bisakah kita saling berbicara? bertemu? dan bercerita seperti dulu ?" aku hanya membaca pesan itu. Aku begitu bodoh, hanya karena aku tak ingin terluka karena cinta, aku harus mencampakan cinta pertamaku.
Tapi beberapa hari setelah aku mendapat pesan dari delta " beginikah akhir perjalanan kita? hanya karena kau takut tersakiti kau mencampakanku ? tidakkah kau pikir bahwa hal ini lebih mennyakitkanmu.? baiklah jika kau ingin seperti ini!. jika hari ini kau tidak datang ditaman maka aku akan benar-benar  melupakanmu!! aku menunggumu..!" setelah aku membaca pesan itu hatiku bak tersambar halilintar rasanya begitu hancur. Aku merasakan hal ini begitu sakit dan hatiku bimbang. jam tepat menunjukan 22;00 aku bangkit mengingat pessan delta tadi. aku  merasa hal ini cukup  menyakitkan dan aku mampu bertahan , " mungkin jika aku menjalin hubungan iitu bukanlah hal yang buruk." gumanku. jam menunjukan pukul 23:45 aku segera berajak dan berlari menuju taman dari kejauhan aku melihat delta berdiri hendak meninggalkan taman.aku berdiri agak jauh  dibelakangnya " kau bodoh.... bukankah ini masih ada 2 menit?" Pekikku. delta langsung berlari dan memelukku " terima kasih" ujarnya "wahhh lihatlah.. kau begitu teguh pendirian." ledekku sembari menangis bahagia. Kami lantas bercerita di taman " wahh indahnya bunga lily itu... ah aku berharap tahun depan saat lily mulai mekar ada seorang yang menungguku disini dan membawakan sekantong lily untukku." harapku " wahh harapanmu begitu tinggi" ledeknya " bisakah kau mewujudkannya??" "tidak" jawabnya singkat.. "wah seharusnya aku mencampakkanmu saja" candaku. membuat kami tertawa terbahak-bahak. jam menunjukan pukul  02:00 dan kami pulang meninggalkan taman.
    Bulan demi bulan telah terlewati, deltapun telah lama diberhentikan menjadi guru les karena pak budi sudah datang dan mengajar lagi. waktu terus berputar menggoreskan pena menulis cerita dihati kita. Hari ini adalah hari perpisahan. begitu banyak pensi yang ditampilkan dan akupun juga menyumbangkan lagu. tapi alangkah terkejutnya aku ketika aku turun dari panggung, telihat seseorang sedang berpelukan yang tak lain adalah hana dan delta. " sudah jangan menangis, aku disini untukmu" jawab delta. aku berlari pergi. delta mmenyadari kehadiranku dan pergi mengejarku . " dia baru putus dengan kekasihnya, aku hanya menenangkannya" jelasnya " sudahlah del ,, pantas saja kamu dulu minta nomornya!!" selakku " kau tak mengerti" aku tak lagi menghiraukan delta dan berlari pulang. Aku tidak sempat memberitahu delta bahwa aku besok akan pergi kuliah keluar negeri. Aku mendapatkan beasiswa dan besok akan berangkat.
     Mentari mucul  dengan bahagianya, tapi tidak dengan suasana hatiku. aku begitu bersedih karena akan meninggalkan kotaku bahkan juga negaraku. Terlihat kakakku sudah menunggu didepan kos. "ayo rara kita berangkat" pekik kakakku  " ayo kak" tapiketika aku melangkah didepan pintu  sesuatu aneh sedang mengganjal kakiku dan saat ku lihat  ada sebuah kertas bertuliskan "dear arara" aku mengambilnya sembari berjalan menghampiri kakakku. aku tiba di bandara pukul 09:00 dan 15 menit lagi penerbanganku akan tiba. lima belas menit sudah aku menunggu dan kini aku sudah terbang melayang tinggi. "oh iya tadi kertas apa ya??" batinku. aku lantas mengambil kertas tadi ditasku." Aku mengagumimu sejak saat kita bertemu, sejak saat itu tiada hari tanpa memikirkanmu. Aku mencari tahu semua tentangmu, bahkan aku menyuruh pamanku(pak budi) untuk cuti sebentar agar aku dapat menggantikannya , aku tahu aku bukan sosok pangeran yang kau harapkan, bukan lelaki yg tumbuh dengan banyak kelebihan, tapi setidaknya aku takkan pernah menduakanmu. ingatkah kau ketika aku meminta nomor hana kepadamu?? itulah hari dimana aku tak mampu mengusirmu dari hatiku. aku menanyakan semua tentangmu kepada hana. dan sejak saat itu kutahu kau pemilik ruang terbesar dihatiku.di hari aku memeluk hana dan kau pergi dengan kemarahanmu. tau kah kau?? rasanya begitu sakit bagai digigit lebah dalam jumlah ribuan. aku tak akan memintamu untuk mengingat semua memori itu, tapi ingatlah bahwa kau adalah anugrah terindah dihidupku. apakah saat ini kau menangis? maafkan aku jika tak mampu menghapus air matamu. kutahu kau manita kuat, mata mulailah hidup barumu dengan kisah yang bahagia. delta anggara." aku tak mampu menahaan tangisku. aku tak peduli lagi pada semua penumpang , rasaanya aaku begitu bodoh saat aku pergi tanpa mengucapkan perpisshan kepadanya.
    tiga tahun sudah kejadian itu berlalu dankini aku kembali pulang kekotaku, tepatnya di kosanku dulu. aku kini menjadi guru privat b.inggris. hana datang kerumahku dengan membawa bunga lily kesukaanku. " apakah lily sudah mekar?" tanyaku."iyah baru kemaren lily-lily ditaman mulai mekar. " jawab hana. Aku lantas berlari menuju taman aaku mengingat semua harapan yang pernah aku lontarkan kepada delta. tapi ketika aku ditaman aku tidak melihat  apapun disana yang kulihat hanya anak-anak kecil yang sedang bemain. aku tertunduk lesu tapi ketika aku mengangkat wajahku aku melihat dari kejauhan sosok lelaki  yang dulu selalu bersamaku ya, dia adalah delta. aku hanya berrdiri ternganga tak mampu menahan tangis. dia menghampiriku dengan membawa setangkai lily, dan memberikannya padaku " kau begitu terlambat,, ini sudah tiga tahun. apakah kau tahu aku merindukanmu" ucapku sembari menangis.. dia hanya terdiam lalu menarik tanganku dalaam pelukannya " jangan menangis" ucapnya.

SELESAI>>>>>>>>>

Jalan Kita


 "JALAN KITA"
disuatu kampus yang lumayan megah terlihat sekali banyak siswa yang sedang sibuk mempersiapkan pelajaran pertamanya. Diantara siswa" itu terlihat gadis cantik dengan kemeja dan celana jeans yg agak ketat sedang berlari terburu". Hingga tanpa disadari dia menabarak seorang lelaki tampan yang bertubuh ideal. "Maap saya nggak sengaja, saya rina mahasiswi baru jurusan musik" ujar rina "iya gapapa saya juga salah, oh ya saya sanbe jurusan musik juga" jawabnya sembari tersenyum dan membuat rina jatuh hati..setelah menyelesaikan permasalahan tadi rina kembari berlari dan tersenyum mengingat wajah tampannya sanbe.. hingga tanpa disadari rambutnya pun terurai "aish.. sial,  kamana lagi jatuhnya " sembari mencari kucir rambutnya. Dilihatnya seorang lelaki tinggi gagah sedang memainkan kucir rambur yg sama persis seperti punyanya. Dia laluu berlari dan merebut kucirr itu dari tangan lelaki tersebut. "Aish, apaan?? " tanya lelaki itu "ini punyaku" jawab rina singkat sambil melangkah meninggalkan lelaki itu. Lelaki itu hanya tersenyum sambil melihat rina dari kejauhan. Tiba" kaki rina terasa aneh dia menginjak sesuatu, dia lantas melihat kebawah dengan wajah yg kaget rina melihat kucirnya sedang di ijaknya. Rina lantas lari dan memberikan kucir yang diambilnya dari lelaki tinggi itu. "Maap salah sangka" ujar rina sambil menutupi wajahnya.
          Bel masuk pun berbunyi dengan senang hati rina mengikuti pelajaran pertamanya tentang cara memainkan instrusument yg baik. Sebelum memberi pelajaran guru membuat sesi perkenalan terlebih dahulu. Satu persatu telah memperkenalkan diri masing" termasuk rina dan sanbe. Hingga tiba dipojok bangku deretan belakang terdengar seorang sedang memperkenalkan diri. "Perkenalkan saya stefano.  Bisa dipanggil nono." Rina merasa aneh dgn suara itu sepertinya dia pernah mendengarnya.dia lantas menoleh dan benar saja itu adalah lelaki kucir rambut tadi. Rina memasang wajah kaget dan nono hanya tersenyum manis dan mengedipkan mata sipitnya..
     Bel pulangpun berbunyi, semua siswa sangat menikmati hari ini. Begitupun rina, dia sangat menikmati pelajarannya hanya saja ada  satu hal yang mengganggunya. iyap betul, dia adalah nono. Rina berjalan dengan cepat sembari menutupi wajahnya dengan buku. "seemoga saaja si kucir setepan itu udah pulang duluan, kalo nggak kan malu gua" ujar rina dalam hati. Baru saja pikiran buruknya itu hilang rina justru dikejutkan dengan sosok lelaki yang memanggilnya dai kejauhan. " hay cewek tomboy, tunggu donk." pekik nono. Ternyata pekikan nono tidak merubah niat rina yang ingin menjauhi nono. Rina berlari dengan sikap cerobohnya yang tidak melihat jalan dan justru melihat nono dibelakang, dah alhasil rina menabrak seseorang. " wadohh, maap yah" ucaap rina . "ah kamu mah  kebiasaan" jawab lelaki itu. Rina lantas terkejut dan memastikan suara itu dengan menoleh kedepan, dan benar saja itu adalah suara sanbe. lelaki yang membuatnya jatuh hati dari pertama berjumpa. "hehe iya nih" pipi rina memerah. "hay sayang" terdengar suara merdu dari belakang rina. rina lantas menoleh, dan ternyata itu adalah nona wanita cantik sekelasnya yang tadi pagi baru mengenalkan diri. dia datang mendekat dan langsung menggandeng sanbe " eh rina,, mau pulang?? mau bareng apaa nggak??" tanyanya " makasih non tadi aku udah bawaa sepedah sendiri" jawabnya " aku pulang dulu yah rin" kata nona. rina hanya mampu tertunduk lesu menyaksikan mereka berlalu. " hahaha , kasian banget neng idup lo" terdengar suara dari belakang rina yang tak lain adalah suara nono " apaan lo, dasar stepan! week!!! ngapa nggak sekalian lo ganti kejang aja nama norak lo itu" ejek rina sambil meninggalkan nono,. Akhirnya nonopun mengejar rina dan bejalan tepat dibelakangnya. " lo tau gak kalo sanbe sama nona tuh bentar lagi mau tunangan?" jelas nono " lo kok bisa?? mereka kan masih kecil??" " biasalah karena bisnis,, tapi dulunya emang meeka sih pernah pacaran waktu kals 2 SMA tapi cuma bentar, katanya sih sanbe ngggak suka nona.." jelas nono . Rina hanya terdiam . Tibalah sudah rina diparkiran sepedah. " aku mau pulang dulu cirr, nggak usah kamu ikutin " ujar rina " ngapain gua ngikutin cewek tomboy yng gak menarik kaya lo" ejeknya..
      Mentari tesenyum dengan kilauan masnya. bunga-bunga menyapa ramah dengan ragam warnanya. terlihat rina sedang mengucir rambut lurusnya didepan cermin. " ah andaikata aku kaya dan cantik pasti aku bisa mendapatkan sanbe." ujar rina. "tittt...tittt..." suara bising klakson mengagetkan lamunan rina " neng  ada  yang nunggu tuh' pekik ibu kos dari luar  kamar. rian segera keluar " siapa bu yang nunggu?" tanya rina..  " nggak tau katanya temen kuliah kamu" "ohh iya makasih ya bu" ujar rina sembari melihat sosok yg menunggunya.. Ternyata  itu adalah Nona yang sudah menungguku didepan gerbang kos. "ada apa non" tanya rrina. " aku mohon sama kamu jangan deket" sanbe ya, aku takut dia akan tertarik sama kamu." jelasnya. aku hanya mengangguk. Rina kembali masuk dan mengambil tasnya lantas pergi ke kampus. dalam perjalanan kekampus rina bertemu deng mobil jazz merah " heehh cewek tomboy, ayo balapan" ujar lelaki itu yang tak lain adalah nono "nyolot bener yah lo,, dasar kucir setepan.." jawab rina. Nono mengeluarkan tangan kanannya dari jendela mobil " dududu,, yakin kalo lo gak telat??" ujarnya " wadooh, mati gua" ujar rina yang baru menyadari bahwa jam tangan nono menunjukan waktu 07:50.
      Didalam kelas terlihat dosen yang sudah mengajar " Rina asmara,,!!!" panggil guru." orangnya mana ini?? bukankah ini waktunya tampil" teriak guru." mungkin sedang dikamar kecil pak." bela sanbe. jebrett..!!! suara pintu terbuka. "maap pak saya telat" jelas rina " baru hari kedua kok sudah telat" jawab guru. terlihat dipojok bangku deretan belakang nono tertawa kecil dan menjurkan lidahnya "weekkk".  rina memelototkan matanya kearah nono yang sontak membuat sang guru bertanya " hey,, apa yang kau lakukan. cepat tampilkan senimu" bentak guru yang juga diikuti dengan tawa nono." he,, iya pak" jawab rina sembari mengeluarkan gitarnya.rina memetik gitar dan mulai bernyanyi " kupetik gitar nyanyikan lagu perlahan usap hatimu terucap janji mu untukku tenggelammu ditembangku, tulikanlah kedua telingamu butakanlah kedua bola matamu agar tak kau lihat dan kau dengar kedengkian yang mungkin benar." rina menyanyi dengan sangat bagus sampai lagu itu usai.samua mahasiswa bertepuk tangan dengan meriah... " wahh,, amazing" teriak salah satu mahasiswa. Rina kembali mengemasi gitarnya dan dan melangkah ketempat duduknya. jam demi jam berlalu kini usailah sudah kuliah hari ini. terlihat rina sedang keluar dari kelas " heyy rina" teriak seseorang yang tak lain adalah sanbe. " ehh ada apa,??" jawabnya "kamu tadi nyanyinya bagus banget."puji sanbe. " wah makasih." jawab rina sembari tersenyum. Rina berbincang-bincang dengan sanbe hingga didepan kampus. " aiissshh, aku tadi udah ngomong mau jauhin sanbe" batin rina. "pulang bareng yuk"ajak sanbe " enggak ah, aku udah ditunggu tuh" jawab rina. Rina lantas berlari masuk menuju ke sebuah mobil.  " heh cewek tomboy,, ngapain ??" tanya supir mobil itu " maap mas , numpang duduk sebentar!" jawab rina yang masih fokus dengan sanbe di depan kampus. setelah sanbe beranjak pergi, rina lantas mengheela nafas lega " makasih mas," ujar rina sembari menundukan wajahnya. tetapi saat wajah itu diangkat ternya itu adalah nono ' wadooh, ngapain lo ?? dasar kucir setepan" hardik rina " lo goblok apa bego! inikan mobil gua " jawab nono. "iya yah,, gu pergi dulu deh" jawab rina. tetapi ketika rina hendak beranjak nono justru menancap gas mobinya. " heyy bodoh,, mau kemana lo, dasar cabul" ejek rina. "apa?? cabul??"  tanya nono.  mereka tiba disebuah jembatan.dan disaat mobil berhenti, rina justru menangis dan curhat " hidupku malang sekali, tiap hari selalu datang terlambat, makan mie terus, bahkan sanbe orang kusuka adalah calon suami wanita lain, aku juga harus bertemu lelaki gila yang setepan" curhatan rina " apa??"  nono lantas berdiri " sudahlah, tak usah ambilkan tisu, aku kan wanita yang kuat" ujar rina sembari menangis "apa??" tanya nono heran.nono lantas membuka pintu mobilnya " keluar!!keluar!!" teriak nono " apa??" tanya rina. " kau ini , dasar wanita gila!! sudah numpang mobil, sekarang malah nangis di mobilku, dasar nggak tahu diri!!" jelas nono. " apa?? " tanya rina. nono lantas menarik rina keluar dan kembali kemobil , dan berjalan meninggalkan rina yang masih tenganga... " kurang ajar.. aku harus jalan ??" aissshh sial" celoteh rina. Rina Lantas menstop taksi yang ad disekitarnya dan kembali ke kosnya.
      Pagi ini cuaca kurang mendukung. Rina sengaja berangkat lebih pagi karena sepedahnya tertinggal dikampus kemarin. Tapi saat Rina sedang asyik berjalan menikmati indahnya kota di pagi hari, tiba-tiba hujan datang. Rina lantas berlari dan berteduh di emper kafe "aiishhh sialan,, ramalan cuaca nggak bener ini katanya tadi  cuma 50% kemungkinan hujan". Gerutu Rina.  "titt...tittt...." bunyi klakson Nono. " Hey cewek gila, mau ikut apa  kagak?". tanya Nono. Rina lantas berlari dengan bahagianya karena dia memdapat tumpangan bebas hujan. Tapi saat Rina mulai mendekati mobil Nono, Nono justru menancap gasnya yang sontak membuat Rina marah. Tak lama setelah Nono berlalu, datanglah seorang lelaki tampan yang begitu cool memberikan payungnya kepada Rina " ini gunakan saja.". Ujar lelaki itu. " tapi kamu??" belum sempat Rina bertanya, lelaki itu pergi dengan menggunakan jaketnya sebagai pelindung hujan. Rina yang keheranan lantas memakai payung itu dan beranjak kekampus. Setelah tiba dikampus, Rina tidak dapat menemukan lelaki tadi. Dan menyimpan payung tadi di lokernya. " baik anak-anak, selamat pagi.!!"  sapa pak guru. " Pagi Pak." "Hari ini saya akan membuat kesatuan, Saya akan membentuk 1 kelompok yang terdiri dari 2 siswa untuk mengarasement satu lagu. dimana yang satu menjadi vokal dan yang lain menjadi player. Kalian akan dilatih kakak kelas kalian." ujar pak guru. Tapi alangkah terkejutnya rina saat pengumuman mengatakan kalau dia satu kelompok dengan Nono. " Pak,, ini tak adil." teriak rina. Pak guru justru menjawab kalau Rina tidak setuju dia lebih baik tidak mengikuti pelajarannya selamanya. Rina terpaksa mengiyakankeinginan pak guru. Hari ini adalah latihan pertama semua kelompok berkumpul menjadi satu dan Seniorpun memasuki ruangan tapi alangkah terkejutnya Rina saat dia mengetahui bhwa seniornya adalah lalaki payung tadi. " hey, Payung." teriak Rina. " Cukup panggil aku senior" jelas lelaki itu. " Lantas siapa namamu?" tanya rina " Baik perkenalkan saya Adit." jelas Adit " Lah,, Nggak penting juga" sahut Nono. rina lantas mencubit Nono dan membuat Nono kesakitan.
      Hari terus berganti. Hari ini Rina datang sedikit terlambat. "jebreet" pintu terbuka " apa aku sangat terlambat?" tanyanya. " adit sekarang lagi izin, dia nggak bisa datang. neneknya meninggal." jelas Nono. Rina lantas hendak berlari untuk kerumah adit. Tapi, ketika Rina hendak berlari Nono justru menarik tangannya sembari berkata " Jangan pergi aku mencintaimu." "haah??" Rina begitu kaget........

Bersambung.....
besok saya posting lagi. Jangan bosen yah..!!!!