Senin, 28 Desember 2015

waktu yang merubahnya

     aku menatap cerah jalan putih pantai ini, hatiku begitu bahagia seakan melayang bersama ribuan burung camar yang sedang tebang. begitu bahagianya aku hingga aku berlaku bodoh, melompat-lompat tinggi dan berteriak-teriak. Tawaku seketika terhenti ketika aku mendengar tawa hingar dari sisi pantai ini. terlihat seorang pria sedang meng hampiriku, aku menatapnya dengan sejuta kebencian dimataku "apa aku terlihat begitu lucu?" tanyaku. " kau ini begitu bodoh.... kau itu memang terlihat begitu lucu...hahahahaha" jawabnya sembari tertawa terbahak-bahak. Aku lalu mengambil segegenggam pasir dan kulemparkan tepat diwajahnya. "apakah ini masih lucu." tanyaku sembari tetawa dan melangkah pergi " heee wanita gila!! berhenti kau.!" teriaknya maarah. aku berlari sambil sesekali menjulurkan lidahku padanya.
     Aku akan melewati hari yang melelahkan kali ini. Setelah usai  pelajaran aku harus les vokal disekolahan untuk mempersiapkan praktek seni budaya besok. akupun memasuki ruangan, terlihat banyak siswa telah berkumpul."heyyy rara?? sini!!!." panggil hana salah satu temanku. akupun segera duduk berdekatan dengan hana. " eh rin tau gak?? kalo hari ini pak budi digatikan sama guru baru soalnya pak budi sedang izin untuk beberapa kedepan.." cerita hana "terus siapa tuh na yang nggantiin pak budi?" "katanya sih mahasiswa jurusan vokal di kampus yang lumayan terkenal, namanya delta, 20th, katanya sih keren banget" jawabnya. benar saja apa yang dikatakan hana , baru saja dia berkata sepeti itu muncullah lelaki tinggi dan tampan. " kaya pernah lihat.!" batinku. lelaki itupun mengenalkan diri persis seperti apa yang dikatakan hana tadi . tak lama setelah perkenalan usai delta  mulai melihat siswa"nya. hingga tiba dia menatap sepasang wajah yang melemparnya pasir. delta segera menyuruhku berdiri dan memperkenalkan diri " perkenalkan saya arara, biasa dipanggil rara". dia dia tersenyum licik. sepanjang pelajaran dia terus saja mengerjaiku dengan menyuruhku mengulang lagu-laguku dengan alasan nada yang kurang tepat.
      Aku begitu muak padanya hingga tidak ada rasa ketertarikan dihatiku. Berhari-hari aku mengikuti kegiatan les itu dia tetap saja memojokanku. hingga suatu hari terjadi, dia memintaku untuk makan dengannya " bisa menemaniku makan??". "apa??" kagetku. " nanti malam bisa menemaniku makan?" ulangnya " lah emang ada kepentingan apa pak??" tanyaku "udah kamu dandan yg cantik aja" jelasnya. belum sempat aku bertanya lagi dia sudah meninggalkanku sembari berkata "nanti malam aku telpon" aku merasa heran " kapan dia punya nomerku?".
     Haripun berganti malam, pepohonan semakin kencang menari dan bulanpun muncul dengan sinar redupnya. " ngapain juga harus cantik-cantikan" ujarku sembari memakai dres pink yang panjangnya seelutut.Aku pergi dengan menggunakan sepatu hitam bertali putih yang biasanya aku kenakan disekolah, serta rambut yangku biarkan terurai dengan jepit kupu-kupu di sisi kanan poniku. Aku berjalan  kaki menuju kafe yang sedari tadi di janjikan . setelah sampai aku langsung terduduk dan berkata " ngapain si pak di suruh kesini " tanyaku penasaan " kamu punya nomornya hana gak?" jawabnya "ceealah pak kalo cuma minta nomornya hana kan sms bisa, ah lu mah orangnya berlebihan pak!". "udah nggak usah bawel buruan.. btw manggilnya delta aja lah" " ogah ah mau manggil padel aja" ejeku " apaaan, jeleek bener". 'emang lu udah jelek dari lahirnya lah.hahahahaha" jawabku. setelah satu jam lebih aku berbincang dengan delta, aku lalu kembali kekosanku. Aku merebahkan diri dikamarku yang kecil. Aku mulai terbayang sosok delta, " mungkinkah?? ah jangan bodoh rara". gumanku sendiri.
     Hari-hari terus berlalu, satu persatu cerita baru mulai muncul dikehidupanku. Aku dan deltapun semakin dekat hingga suatu kami sedang berada ditaman dia memegang tanganku " tak bisakah kau selalu memegang tanganku,? berada disampingku?  menjadi milikku?" ucap delta yang sungguh membuatku ternganga " maap" kata itulah yang hanya mampu kukatakan. Aku lantas berdiri dan berjalan meninggalkan delta. " kenapa??" aku berlari pergi meninggalkan delta yang masih ternganga. Setelah kejadian itu berlalu, aku tak pernah lagi menjawab telpon delta, sms, maupun pandangannya.Hingga suatu ketika aku mendapat sms darinya " tak bisakah kita saling berbicara? bertemu? dan bercerita seperti dulu ?" aku hanya membaca pesan itu. Aku begitu bodoh, hanya karena aku tak ingin terluka karena cinta, aku harus mencampakan cinta pertamaku.
Tapi beberapa hari setelah aku mendapat pesan dari delta " beginikah akhir perjalanan kita? hanya karena kau takut tersakiti kau mencampakanku ? tidakkah kau pikir bahwa hal ini lebih mennyakitkanmu.? baiklah jika kau ingin seperti ini!. jika hari ini kau tidak datang ditaman maka aku akan benar-benar  melupakanmu!! aku menunggumu..!" setelah aku membaca pesan itu hatiku bak tersambar halilintar rasanya begitu hancur. Aku merasakan hal ini begitu sakit dan hatiku bimbang. jam tepat menunjukan 22;00 aku bangkit mengingat pessan delta tadi. aku  merasa hal ini cukup  menyakitkan dan aku mampu bertahan , " mungkin jika aku menjalin hubungan iitu bukanlah hal yang buruk." gumanku. jam menunjukan pukul 23:45 aku segera berajak dan berlari menuju taman dari kejauhan aku melihat delta berdiri hendak meninggalkan taman.aku berdiri agak jauh  dibelakangnya " kau bodoh.... bukankah ini masih ada 2 menit?" Pekikku. delta langsung berlari dan memelukku " terima kasih" ujarnya "wahhh lihatlah.. kau begitu teguh pendirian." ledekku sembari menangis bahagia. Kami lantas bercerita di taman " wahh indahnya bunga lily itu... ah aku berharap tahun depan saat lily mulai mekar ada seorang yang menungguku disini dan membawakan sekantong lily untukku." harapku " wahh harapanmu begitu tinggi" ledeknya " bisakah kau mewujudkannya??" "tidak" jawabnya singkat.. "wah seharusnya aku mencampakkanmu saja" candaku. membuat kami tertawa terbahak-bahak. jam menunjukan pukul  02:00 dan kami pulang meninggalkan taman.
    Bulan demi bulan telah terlewati, deltapun telah lama diberhentikan menjadi guru les karena pak budi sudah datang dan mengajar lagi. waktu terus berputar menggoreskan pena menulis cerita dihati kita. Hari ini adalah hari perpisahan. begitu banyak pensi yang ditampilkan dan akupun juga menyumbangkan lagu. tapi alangkah terkejutnya aku ketika aku turun dari panggung, telihat seseorang sedang berpelukan yang tak lain adalah hana dan delta. " sudah jangan menangis, aku disini untukmu" jawab delta. aku berlari pergi. delta mmenyadari kehadiranku dan pergi mengejarku . " dia baru putus dengan kekasihnya, aku hanya menenangkannya" jelasnya " sudahlah del ,, pantas saja kamu dulu minta nomornya!!" selakku " kau tak mengerti" aku tak lagi menghiraukan delta dan berlari pulang. Aku tidak sempat memberitahu delta bahwa aku besok akan pergi kuliah keluar negeri. Aku mendapatkan beasiswa dan besok akan berangkat.
     Mentari mucul  dengan bahagianya, tapi tidak dengan suasana hatiku. aku begitu bersedih karena akan meninggalkan kotaku bahkan juga negaraku. Terlihat kakakku sudah menunggu didepan kos. "ayo rara kita berangkat" pekik kakakku  " ayo kak" tapiketika aku melangkah didepan pintu  sesuatu aneh sedang mengganjal kakiku dan saat ku lihat  ada sebuah kertas bertuliskan "dear arara" aku mengambilnya sembari berjalan menghampiri kakakku. aku tiba di bandara pukul 09:00 dan 15 menit lagi penerbanganku akan tiba. lima belas menit sudah aku menunggu dan kini aku sudah terbang melayang tinggi. "oh iya tadi kertas apa ya??" batinku. aku lantas mengambil kertas tadi ditasku." Aku mengagumimu sejak saat kita bertemu, sejak saat itu tiada hari tanpa memikirkanmu. Aku mencari tahu semua tentangmu, bahkan aku menyuruh pamanku(pak budi) untuk cuti sebentar agar aku dapat menggantikannya , aku tahu aku bukan sosok pangeran yang kau harapkan, bukan lelaki yg tumbuh dengan banyak kelebihan, tapi setidaknya aku takkan pernah menduakanmu. ingatkah kau ketika aku meminta nomor hana kepadamu?? itulah hari dimana aku tak mampu mengusirmu dari hatiku. aku menanyakan semua tentangmu kepada hana. dan sejak saat itu kutahu kau pemilik ruang terbesar dihatiku.di hari aku memeluk hana dan kau pergi dengan kemarahanmu. tau kah kau?? rasanya begitu sakit bagai digigit lebah dalam jumlah ribuan. aku tak akan memintamu untuk mengingat semua memori itu, tapi ingatlah bahwa kau adalah anugrah terindah dihidupku. apakah saat ini kau menangis? maafkan aku jika tak mampu menghapus air matamu. kutahu kau manita kuat, mata mulailah hidup barumu dengan kisah yang bahagia. delta anggara." aku tak mampu menahaan tangisku. aku tak peduli lagi pada semua penumpang , rasaanya aaku begitu bodoh saat aku pergi tanpa mengucapkan perpisshan kepadanya.
    tiga tahun sudah kejadian itu berlalu dankini aku kembali pulang kekotaku, tepatnya di kosanku dulu. aku kini menjadi guru privat b.inggris. hana datang kerumahku dengan membawa bunga lily kesukaanku. " apakah lily sudah mekar?" tanyaku."iyah baru kemaren lily-lily ditaman mulai mekar. " jawab hana. Aku lantas berlari menuju taman aaku mengingat semua harapan yang pernah aku lontarkan kepada delta. tapi ketika aku ditaman aku tidak melihat  apapun disana yang kulihat hanya anak-anak kecil yang sedang bemain. aku tertunduk lesu tapi ketika aku mengangkat wajahku aku melihat dari kejauhan sosok lelaki  yang dulu selalu bersamaku ya, dia adalah delta. aku hanya berrdiri ternganga tak mampu menahan tangis. dia menghampiriku dengan membawa setangkai lily, dan memberikannya padaku " kau begitu terlambat,, ini sudah tiga tahun. apakah kau tahu aku merindukanmu" ucapku sembari menangis.. dia hanya terdiam lalu menarik tanganku dalaam pelukannya " jangan menangis" ucapnya.

SELESAI>>>>>>>>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar