Aku berjalan menyusuri jembatan, di tengah ramai-ramainya kota. Tampak anak kecil sedang mainkan tamborin didekat lampu merah, terdengar nyanyi merdu darinya. Hatiku terasa mati melihat fenomena yang begitu dramatiss " Kukira hal seperti ini hanya ada di drama.." gumanku lirih. Aku terus berjalan hingga aku bertemu dengan perempuan setengahbaya didekat aliran sungai yang sedang mencuci baju. Ia tampak begitu bersematngat, sekali lagi hatiku terasa begitu iba. " Selamat pagi bu!" sapaku. " pagi neng, apa ada ya neng?" Tanyanya. "Ini bu saya punya tugas dari sekolah, disuruh membuat artikel tentang keadaan negara kita. Jadi, saya mau sedikit bertanya. Apa diperbolehkan??" tanyaku. "Oh tentu neng, tapi saya sambil mencuci yah neng." tegasnya. "iya bu. oh iya bu namanya ibu siapa." tanyaku. " Saya Tarmijah neng" jawabnya " oh iya bu pekerjaannya apa bu?". "saya bekerja sebagai pembantu rumaah tangga neng, maklum lah neng kebutuhan hidup semakin berat, kalo saya nggak kerja ya nggak makan. pokoknya yang penting halal lah neng walau hasilnya nggak seberapa." jelasnya. " Loh suami ibu dimana?" tambahku. " Suami saya dipenjara neng gara-gara nyolong ayamnya tetangga. yah mau gimana lagi neng nyari kerjaan ya nggak ada , mau hutang ya hutang kemarin saja belum dibayar, mau usaha ya nggak ada modal." jelasnya " La anak ibu dimana?" anak saya biasanya mangkal jualan koran didepan kafe, maklum neng gara-gara kondisi keuangan anak saya yang baru kelas 2 harus berhenti sekolah. Lumayanlah neng buat tambah penghasilan"jawab bu tarmijah sembari mengucek bajunya.Aku terus bertanya-tanya kepada bu tarmijah hingga bu tarmijah selesai mencuci.
Malam telah tiba, kulihat begitu banyak gadis bermake up tebal sedang menghisap rokok dan mengenakan pakain sexy. " Ngapain mbak?" tanyaku sembari duduk disampingnya. " Nunggu tamu dek? adek sendiri ngapain. pekerja baru ya?" tanyanya yang embuatku kaget. " Nggak lah mbak, tadi kebetulan lewat saja. la emangnnya banyak ya mbak pekerja yang seusia saya" tanyaku. "Ya lumayan lah dek,karena masalah ekonomi. adek harusnya beruntung bisa mendapatkan hidup yang layak." Setelah 15 menit aku berbincang dengan mbak tadi. Munculah bapak-bapak dengan mengenakan jas dan mobil mewah.
Pembaca yang setia mari kita rubah negara kita ini menjadi negara yang lebih baik, dengan bebekalkan pendidikan, serta ketakwaan dalam memegang teguh agama, jangan kita kotori negara kita ini dengan berbagai khasus seperti: kekerasan anak, kekerasan seksual, narkoba, bahkan korupsi. Sebagai genreasi bangsa kita wajib meneruskan perjuangan pahlawan-pahlawan kita dengan cara membuat hal-hal yang positif. Jangan jadikan negara kita ini sebagai negeri yang kaya akan mimpi. Tetapi tidak ada kemajuan. Mari sobat.!!! bangkit dan wujudkan mimpi-mimpi kita untuk merubah indonesia menjadi lebih baik.. MERDEKA!!!!
Semoga bermanfaat, Happi new years.!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar